Software Deteksi Keunikan Artikel, Bagaimana Cara Kerjanya ?

Bagaimana Software Deteksi Keunikan Artikel Bekerja ?

Peningkatan penggunaan data elektronik dalam banyak kegiatan memberikan kemudahan bagi penulis untuk saling bertukar dan berbagi artikel, baik dengan cara yang benar ataupun tidak. Pertukaran artikel dengan cara copy paste dalam sisi positif dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan, tetapi di sisi lain, kemudahan pertukaran data disalahgunakan oleh sebagian pihak dengan melakukan plagirisme dalam dalam melakukan penulisan artikel, penelitian, penulisan blog dan lain sebagainya. Google sebagai search engine yang paling banyak digunakan sampai menggunakan algoritma khusus untuk menurunkan bobot artikel yang ditemukan tidak unik. Inilah yang kemudian banyak memunculkan layanan untuk pengujian keunikan sebuah artikel dengan menggunakan software deteksi kunikan artikel.

Penduplikasian artikel dalam dunia internet akan menjadi beban dari semua pihak, membebani server, membebani pembaca dengan artikel yang tidak berbobot dan juga tentu saja pemborosan space. Deteksi plagiarisme  merupakan salah satu persoalan computation linguistic. Sayangnya, penelitian computation linguistic dalam bahasa Indonesia masih cukup terbatas. Sebagai bahasa yang digunakan oleh hampir 250 juta pengguna, hal ini cukup memprihatinkan. Perkembangan penelitian dalam bidang ini akan mendorong berkembangnya aplikasi komputasi berbahasa Indonesia salah satunya adalah komputasi untuk deteksi plagiarisme yang dapat dipakai untuk mendeteksi keunikan artikel berbahasa Indonesia.

Also Read: Daftar Harga HP Evercoss Terbaru Lengkap

Software artikel Unik

Cara Kerja Software Deteksi Keunikan Artikel

Saat ini terdapat beberapa aplikasi dan layanan yang tersedia untuk mendeteksi plagiarisme. Aplikasi dan layanan yang dipandang cukup efektif untuk mendeteksi plagiarism material dari paper, textbook, jurnal dan thesis adalah Turnitin. Software lain yang popular di kalangan bloger adalah Copyscape.  Aplikasi ini didesain untuk dapat mendeteksi materi yang diambil dari database riset dan juga dari internet. Persoalan yang muncul pada penggunaan aplikasi ini adalah merupakan aplikasi /layanan yang berbayar dan tidak mendukung penggunaan Bahasa Indonesia.

Proses dalam deteksi plagiarisme yang merupakan computational linguistic banyak memiliki ketergantungan dengan bahasa yang digunakan. Ketergantungan ini menyebabkan metode dan algoritma yang sudah ada perlu dilakukan penyesuaian dan pengujian untuk dapat diimplementasikan ke dalam sebuah bahasa baru. Metode-metode komputasi yang terlibat dalam deteksi plagiarism  antara lain adalah proses stemming, part of speech tagging(POS), natural language processing dan vector space model computation. Penggunaan Part Of Speech Tagging berbahasa Indonesia akan memberikan kontribusi besar  untuk aplikasi-aplikasi pengolahan secara otomatis untuk bahasa Indonesia. Pemanfaatannya cukup beragam dalam berbagai bidang seperti dalam area text mining, text processing, information retrieval, language translation dan plagiarism detection.

Gambaran Cara Kerja Software Deteksi Keunikan Artikel

Plagiarisme biasanya dilakukan dengan melakukan copy-paste dokumen/paragraph tanpa menyebutkan sumber rujukan. Pola plagiarisme ini akan dapat dengan mudah dideteksi dibandingkan dengan pola plagiasi yang menggunakan word insertion, word removal, changing word dan changing structure. Banyaknya pola plagiarisme ini perlu diidentifikasi melalui pendekatan fungsi overlap measure, plagiarism detection dan penggunaan comparison unit yang tepat.

Software Deteksi Keunikan ArtikelSoftware artikel Unik
Software Deteksi Keunikan Artikel, Bagaimana Cara Kerjanya ? | Admin | 4.5